Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

Tips Ampuh Mencegah Pikun Sejak Dini







Tips Ampuh Mencegah
 Pikun Sejak Dini

Oleh :
Ainun Jariah,S.Kep.,Ns & DR. Titih Huriah, S.Kep.,Ns, M.Kep.,Sp.Kom
(Mahasiswa Magister Keperawatan & Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)

Menjadi tua adalah proses kehidupan yang pasti untuk manusia namun menjadi seseorang yang produktif di masa tua adalah sebuah pilihan. Seiring bertambah usianya seseorang maka akan diikuti dengan perubahan fisik dan fisiologis diantaranya fungsi organ tubuh melemah sehingga tidak jarang kita temukan orang lanjut usia yang mengalami hipertensi, asam urat, nyeri atau sakit pada tulang maupun pandangan kabur dan mengalami penurunan daya ingat yang biasanya disebut dengan pikun. Pikun atau dalam istilah medisnya dimensia disebabkan oleh adanya kerusakan pada sel-sel otak yang membuat kemampuan komunikasi antar sel-sel tersebut terganggu. Pikun ini juga bukanlah proses normal dari sebuah penuaan. Menurut Britannica (2012) penyakit lupa atau pikun dapat dialami siapa saja dan dari berbagai usia, namun orang tua memang lebih rentan untuk mengalaminya.
Mengalami kelupaan memang suatu hal yang wajar, tetapi kalau sudah keseringan lupa itu bukan lagi sesuatu hal yang wajar. Sering lupa bisa diartikan bahwa otak kita lemah dalam mengingat sesuatu. Pada usia muda juga bukannya tidak mungkin, terjadi penurunan memori otak di usia produktif. Penyakit lupa di usia muda salah satunya disebabkan gaya hidup yang tidak sehat. Tanda-tanda awal pada penyakit pikun (dimensia) adalah:
1.      Sering lupa peristiwa yang baru saja terjadi, lupa janji, menanyakan atau menceritakan hal yang sama berulang kali
2.      Sulit melakukan aktivitas sehari-hari dengan gejala lupa cara memasak, mengoperasikan telepon, tidak dapat melakukan perhitungan sederhana dan bekerja dengan waktu yang lebih lama dari biasa.
3.      Sering lupa akan waktu (hari, tanggal dan jam)
4.      Kesulitan dalam berkomunikasi (tiba-tiba lupa dengan apa yang ingin disampaikan)
5.      Sering lupa letak suatu benda yang telah disimpan.
6.      Salah membuat keputusan  dengan gejala berpakaian tidak serasi dan tidak merawat diri dengan baik
7.      Tidak bersemangat melakukan hobi atau hal yang disukai
8.      Emosi yang mudah berubah bingung, curiga, depresi, takut, atau tergantung pada anggota keluarga, mudah kecewa dan putus asa, baik di rumah maupun dalam pekerjaan.
Oleh karena itu penulis akan membagikan tips yang telah dirangkum dari hasil beberapa penelitian untuk mencegah terjadinya pikun atau dimensia diantaranya.
1.      Olahraga, olahraga ini dapat membantu meningkatkan kekuatan dan efisiensi gerak serta dapat melatih daya ingat contonya melakukan senam otak (brain gym)..
2.      Bermain Puzzle, permainan ini menjadi  sebuah terapi untuk melatih kosentrasi otak kita yang dapat menjadikan otak dapat berpikir atau beraktifiitas secara intelektual.
3.      Bermain catur dan Bermain congklak ternyata permainan yang digandrungi oleh semua kalangan umur ini mampu mencegah dan meminimalisir terjadinya piku karena dalam permainan ini mengajak para pemain untuk berpikir menggunakan otak dalam memecahkan masalah yang ada dan hal itu  juga disertai dengan interaksi antar pemainnya.
4.      Menggambar (Art Therapy), kegiatan ini dilakukan dengan  cara menggambarkan moment kita yang terjadi  dimasa lampau atau menggambar sesuatu kemudian menceritakan kembali.
5.      Akifitas Sosial, bergabung dengan sebuah komunitas misalnya pendidikan lanjut usia, sekolah lansia, komunitas pengajian ataupun komunitas yang lain ini dapat membantu kita untuk lebih produktif karena kita akan berinteraksi satu sama lain serta menambah wawasan pengetahuan kita.
Dengan beberapa tips yang telah dijabarkan diatas diharapkan bisa diterapkan langsung oleh lansia maupun anak muda sehingga dapat mencegah penyakit lupa (pikun) sejak dini.




Bapakku Lelaki Hebat


Bapakku Lelaki Hebat

Dari kecil aku sudah dituntun untuk hidup mandiri, mengerjakan sesuatu yang masih bisa menjadi kapasitas  untuk ku lakukan sendiri. Aku dari kecil diajarkan juga untuk hidup sederhana belajar mensyukuri mulai dari hal yang terkecil sampai dengan yang teresar, dulu aku  juga hidup dalam didikan keluarga yang tegas belajar bertannggung jawab atas lisan yang terucap dan raga  yang tergerak hingga kala itu aku beranggapan bahwa bapak  tidak menyayangiku, yah sering sekali seperti itu.
Aku iri kepada teman-temanku yang ayahnya selalu mengantaar dan menjemput mereka sekolah, untung  dari TK sampai dengan SD aku disekolahan ditempat mama mengabdi setidaknya berangkat dan pulang sekolah ada tangan yang kugandeng. Rasa iri dan prasangka buruk  terhadap bapak ternyata berlanjut pada aku masuk sekolah menengah pertama. Hal yang membuatku iri kembali  tereka pada pagi dan siang, Why it’s not even to me sedangkan aku selalu berangkat sendiri mengendarai motor dan sesekali naik angkutan umum supaya bisa pulang bersama teman-teman. Ah.....ini sangat menjengkelkan sekali!!
Memang seberapa sibuknya sih bapak? Mengantar aku ke sekolah tidak bisa, saampai rapat orangtua saja  tidak pernah hadir selalu saja diwakili kalau tidak oleh paman ya utusan dari sekolahnya.
But i  know he love me more than anything!!
Tiba saat, aku harus kuliah keluar kota tentu aku akan berjauhan dengan keluargaku bukan? Kali peratama aku melihat bapak menangis didepanku sembari memeluk. Beliau seperti anak kecil yang kehilangan mainan kesayangannya. Antara sedih dan kecewa, sedih karena aku akan berjauhan dengan orang-orang yang ku sayang dan kecewa pada diriku atas rasa iri dan prasangka burukku terhadap bapak.
Semenjak aku kuliah, aku menyadari satu hal bahwa prasangka buruk tentang bapak yang tidak menyayangiku adalah sebuah kesalahan BESAR. Rasa iri menutup hatiku untuk tidak melihat, merasakan apa yang bapak beri dan perjuangkan selama ini.
Bapak adalah sosok lelaki hebat, karenanya aku bisa sampai pada tahap ini. Lelaki mana yang selalu ada setia merangkul, memapah serta menuntun saat aku terjatuh, bangkit kemudian jatuh lagi dan bangkit lagi, tidak ada hanya bapak lelaki terhebatku.
Bapak sekarang adalah sosok Tua tidak kekar seperti dulu waktu aku kecil namun beliau tetap berdiri tegak dan  kuat, selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anaknnya.
Pa,,,,i love you more than anything in the world, and no one will ever be able to replace you because you’ve alyways been in the best place of my life.
Teruntuk lelaki hebatku, Anakda haturkan Terima kasih.

-Ainun Jariah Junaidy-

TEORI MADELEINE M. LAININGER

TEORI MADELEINE M. LAININGER A.     Latar Belakang Pada era globalisasi seperti ini dan semakin berkembangnya tekhnologi secara t...